Sabtu, 04 April 2015

Kegiatan 3 Kerja Mandiri Membangun Teks Negosiasi



TUGAS SENI BERNEGOSIASI DALAM KEWIRAUSAHAAN

Kegiatan 3
Kerja Mandiri Membangun Teks Negosiasi

Tugas 1 Menanggapi Isi Teks Negosiasi
1.                  Negosiasi adalah bentuk interaksi sosial yang berfungsi untuk mencapai kesepakatan diantara kedua belah pihak yang terlibat.
Cara-cara yang dilakukan antara lain :
1)             Mengajak untuk membuat kesepakatan.
2)             Memberikan alasan mengapa harus ada kesepakatan.
3)             Membandingkan beberapa pilihan.
4)             Memperjelas dan menguji pandangan yang dikemukakan.
5)             Mengevaluasi kekuatan dan komitmen bersamaan.
6)             Menetapkan dan menegaskan kembali tujuan negosiasi.
                 Negosiasi dilakukan karena pihak-pihak yang berkepentingan perlu menyelesaikan masalah yang sedang mereka hadapi untuk mencapai kesepakatan bersama.
                 Tujuan dilakukan negosiasi adalah untuk mengurangi perbedaan posisi setiap pihak.
                 Struktur bahasa yang digunakan harus dengan bahasa yang sopan, efektif dan resmi.


Tugas 2 Bernegosiasi dengan Pengusaha
1.        Andi : “Ada yang bisa saya bantu, mbak? Eh... Senia?”
Senia : “Eh Andi... Ini toko kamu, An?”
Andi  : “Iya Sen. Mau beli apa, Sen?”
Senia : “Ini An, aku mau beli jaket. Ada jaket yang bentuknya imut, An?”
Andi  : “Banyak, Sen. Sini aku tunjukkan.”
Senia : “Coba lihat yang itu, An.”
Andi  : “Yang ini Sen?”
Senia : “Iya, An. Berapa ini harganya, An?”
Andi  : “Kalau yang ini harganya Rp 250.000 Sen.”
Senia : “Kemahalan itu, An. Gimana kalau Rp 200.000 An?”
Andi  : “Rp 225.000 lah Sen, ini kan kualitasnya bagus.”
Senia : “Rp 210.000?”
Andi  : “Ditambahin Rp 10.000 lah Sen? Nanti untungku dimana, Sen?”
Senia : “Yaudah aku tambahin Rp 5.000 jadi Rp 215.000 An?”
Andi  : “Yaudah kalau githu, khusus buat kamu, Sen.”
Senia : “Makasih, Andiii.... Ini aku bayar cash, An!”
Andi  :  “Ada yang mau dibeli lagi, Sen?”
Senia : “Tidak An, aku hanya ingin membeli jaket saja.”
Andi  : “Yaudah kalau begitu, Sen.”

2.        Pembeli  : "Anggur merahnya ini harganya berapa ya, Bu?"
Penjual   : "Kalau yang ini harganya Rp 35.000/kg."
Pembeli  : "Wah mahal. Rp 30.000 ya, Bu? "
Penjual   : "Kalau yang ini tidak boleh, mbak. Kalau anggur hijau Rp 30.000 boleh
                 mbak."
Pembeli  : "Tidak, Bu. Yang anggur merahnya ini bisa ditawar tidak, Bu?"
Penjual   : "Maaf, tidak bisa, mbak."
Pembeli  : "Ya sudah saya beli anggur merahnya 2 kg, Bu."
Penjual   : "Sebentar, saya bungkuskan dulu, mbak."
Pembeli  : "Ya, Bu."
Penjual   : "Ada yang mau dibeli lagi, mbak?" (Sambil memberikan buah kepada Pembeli).
    Pembeli  : "Tidak, Bu. Ini uangnya, Bu."
Penjual   : "Terima kasih, mbak."
Pembeli  : "Ya, sama-sama."



Tugas 3 Bernegosiasi untuk Memecahkan Konflik
1.                       Setelah para pedagang membuat keributan di pasar secara bersama-sama, akhirnya wakil pengelola pasar itu menerima wakil para pedagang untuk berdialog. Sementara pedagang yang lainnya masih ribut di pasar.

Wakil Pedagang              : Selamat siang, Pak.
Wakil Pengelola Pasar     : Selamat siang, silakan duduk.
Wakil Pedagang              : Ya, terima kasih.
Wakil Pengelola Pasar     : Saya, Hartadinata, pemimpin pasar. Anda siapa?
Wakil Pedagang              : Saya Suparman, ketua paguyuban pedagang.
                                 (Mereka bersalaman)
Wakil Pengelola Pasar    : Sebenarnya, apa yang terjadi? Kenapa di pasar ada ribut-ribut?
Wakil Pedagang              : Tidak ada apa-apa, Pak. Kami hanya ingin pengertian bapak  selaku pimpinan di sini.
Wakil Pengelola Pasar     : Maksudnya Anda apa?
Wakil Pedagang              : Ya, pasti Bapak tahu. Musim hujan ini membuat pengunjung sepi, tapi biaya kebersihan malah dinaikan. Kami selaku pedagang justru merugi bulan-bulan terakhir ini.
Wakil Pengelola Pasar     : Jadi, apa yang bisa saya bantu?
Wakil Pedagang              : Kami ingin biaya kebersihan tidak ditarik saat sepi pengunjung, karena kami akan terus merugi dan terancam menutup usaha kami, lagi pula jika kami semua tutup anda juga akan bangkrut bukan?
Wakil Pengelola Pasar     : Tunggu-tunggu, jangan gegebah ingin menutup usahanya dulu. Biaya kebersihan dinaikan karena musim hujan membuat pasar kotor. Namun, jika tidak ditarik kami juga akan bangkrut.
Wakil Pedagang              : Saya punya usul, bagaimana kalau saat sepi tidak usah diminta tetapi saat ramai bisa anda minta dengan setengah dari biasanya, bagaimana?
Wakil Pengelola Pasar     : Baiklah, tapi usahakan besok para pedagang harus berdagang seperti biasanya, kami tidak akan meminta biaya kebersihan sementara.
Wakil Pedagang              : Baiklah, terima kasih atas kemurahan hati Bapak. Boleh saya keluar?
Wakil Pengelola Pasar     : Ya, silakan.
Wakil Pedagang              : Ya, terima kasih. Selamat siang.
Wakil Pengelola Pasar     : Selamat siang.
(Mereka bersalaman)
            Ketika Suparman keluar dari ruangan negosiasi, dia disambut oleh pedagang-pedagang. Dia lalu menyampaikan hasil dialog dengan wakil pengelola pasar bahwa tidak akan meminta biaya kebersihan untuk sementara.


2.             Ketua OSIS         : Permisi.(Sambil mengetuk pintu)
Kepala Sekolah    : Ya, silakan masuk.
Ketua OSIS         : Saya Reyna Arkeyla
                               (Mereka bersalaman)
Kepala Sekolah    : Ya, ada apa?
Ketua OSIS         :  Saya selaku ketua OSIS mewakili pengurus OSIS mempunyai ide untuk mendirikan koperasi di sekolah kita.
Kepala Sekolah    : Kalau begitu, tolong jelaskan bagaimana konsep koperasi yang kalian ajukan?
Ketua OSIS         : Dengan memberikan bantuan dan meminta bantuan dari siswa dan untuk siswa, Saya yakin koperasi ini akan berjalan dengan baik.
Kepala Sekolah    : Bagaimana dengan tempat koperasinya?
Ketua OSIS         : Saya minta izin untuk menggunakan ruangan yang sudah tidak terpakai yang berada di sebelah kelas X.MIA 4 itu, Pak. Daripada ruangan itu tidak berguna, lebih baik kita manfaatkan, Pak.
Kepala Sekolah    : Pemikiran yang bagus. Ya sudah kalau begitu, saya izinkan untuk menggunakan tempat itu. Lalu, kapan koperasi itu akan dibangun?
Ketua OSIS         : Secepatnya, setelah sumbangan dari teman-teman terkumpul, Pak.
Kepala Sekolah    : Lalu, siapa yang nanti menjaga koperasinya?
Ketua OSIS         : Saya dan pengurus OSIS yang lain akan membuat jadwal untuk menjaga koperasi tersebut, Pak.
Kepala Sekolah    : Jika kalian menjaga koperasi, bagaimana dengan jam pelajaran kalian?
Ketua OSIS         : Begini, Pak. Kami hanya menjaga koperasi pada saat jam istirahat saja. Pada saat jam pelajaran kami menutup koperasi tersebut.
Kepala Sekolah    : Kalau begitu, Saya izinkan untuk mendirikan koperasi.
Ketua OSIS         : Terima kasih atas semua dukungan Bapak, Kami akan bekerja keras untuk memulainya.
Kepala Sekolah    : Ya, Saya tunggu. Sama-sama.
Ketua OSIS         : Kalau begitu saya masuk ke kelas dulu, Pak.
Kepala Sekolah    : Ya, silakan.
                                 (Mereka bersalaman)
             

Tugas 4 Membuat Teks Negosiasi tentang Rintisan Kerja Sama
1.      Negosiasi antar pengusaha batik
Pengusaha batik A          : Saudara sekalian, pada hari ini kita berkumpul untuk membicarakan perkembangan batik yang semakin menurun. Sebagai sesama pengusaha batik tentu kita ingin batik berkembang lebih pesat, untuk itu saya mengajak saudara-saudara untuk mendirikan laboratorium batik guna mengembangkan batik.
Pengusaha batik B           : Ya, saya setuju dengan Anda. Tapi, untuk mendirikan sebuah laboratorium batik membutuhkan dana yang sangat besar kita tidak mungkin bisa mendirikannya sendiri.
Pengusaha batik C           : Bagaimana kalau kita meminta bantuan kepada pemerintah?
Pengusaha batik A, B, D : Benar, saya setuju.
Pengusaha batik B           : Tapi siapa yang akan mewakili kita semua?
Pengusaha batik A          : Saya yang akan mewakili kita semua.

Negosiasi wakil pengusaha batik dan wakil pemerintah
Wakil pengusaha batik    : Selamat siang, Pak.
Wakil pemerintah            : Selamat siang. Mari, silakan duduk.
Wakil pengusaha batik    : Ya, terima kasih.
Wakil pemerintah            : Saya, Harta Dinata, wakil pemerintah.
Wakil pengusaha batik    : Saya Ardyanto, wakil para pengusaha.
                                             (Mereka bersalaman)
Wakil pemerintah            : Ada yang bisa saya bantu, Pak?
Wakil pengusaha batik    : Begini, Pak. Sebenarnya saya dan pengusaha batik yang lain ingin meminta bantuan dana untuk mendirikan laboratorium batik.
Wakil pemerintah            : Jadi, Saudara ingin mendirikan laboratorium batik?
Wakil pengusaha batik    : Iya, Pak. Dengan adanya laboratorium batik nanti, kami harap  batik akan berkembang pesat.
Wakil pemerintah            : Apa yang membuat Anda yakin kalau batik akan berkembang pesat?
Wakil pengusaha batik    : Kami sudah memiliki beberapa inovasi batik yang siap dipasarkan setelah laboratorium ini berdiri, lagi pula kami juga bekerja sama dengan 3 pengusaha batik lainnya yang juga memiliki ide-ide inovatif. Lagi pula kalau batik berkembang pesat ke internasional pemerintah juga diuntungkan, bukan?
Wakil pemerintah            : Lalu, mengapa Saudara membutuhkan bantuan pemerintah?
Wakil pengusaha batik    : Karena, kami membutuhkan bantuan dana dan
                                           surat izin dari pemerintah, Pak.
Wakil pemerintah            : Baiklah, empat hari lagi kami akan memberi pemberitahuan kepada Saudara.
Wakil pengusaha batik    : Terima kasih atas kerja sama Bapak.
Wakil pemerintah            : Ya, sama-sama.
                                             (Mereka bersalaman)

2 komentar:

Silahkan tinggalkan komentar