TUGAS SENI BERNEGOSIASI DALAM KEWIRAUSAHAAN
Kegiatan 3
Kerja Mandiri Membangun Teks
Negosiasi
Tugas 1 Menanggapi Isi Teks Negosiasi
1.
Negosiasi
adalah bentuk interaksi sosial yang berfungsi untuk mencapai kesepakatan
diantara kedua belah pihak yang terlibat.
Cara-cara yang dilakukan antara lain :
1)
Mengajak untuk membuat kesepakatan.
2)
Memberikan alasan mengapa harus ada kesepakatan.
3)
Membandingkan beberapa pilihan.
4)
Memperjelas dan menguji pandangan yang dikemukakan.
5)
Mengevaluasi kekuatan dan komitmen bersamaan.
6)
Menetapkan dan menegaskan kembali tujuan negosiasi.
Negosiasi
dilakukan karena pihak-pihak yang berkepentingan perlu menyelesaikan masalah
yang sedang mereka hadapi untuk mencapai kesepakatan bersama.
Tujuan dilakukan negosiasi adalah untuk
mengurangi perbedaan posisi setiap pihak.
Struktur bahasa yang digunakan harus
dengan bahasa yang sopan, efektif dan resmi.
Tugas 2 Bernegosiasi dengan
Pengusaha
1.
Andi : “Ada yang bisa saya bantu, mbak? Eh... Senia?”
Senia : “Eh Andi... Ini toko kamu, An?”
Senia : “Eh Andi... Ini toko kamu, An?”
Andi
: “Iya Sen. Mau beli apa, Sen?”
Senia : “Ini An, aku mau beli jaket. Ada jaket yang bentuknya imut, An?”
Senia : “Ini An, aku mau beli jaket. Ada jaket yang bentuknya imut, An?”
Andi : “Banyak, Sen. Sini aku tunjukkan.”
Senia : “Coba lihat yang itu, An.”
Andi : “Yang ini Sen?”
Senia : “Iya, An. Berapa ini harganya, An?”
Andi : “Kalau yang ini harganya Rp 250.000 Sen.”
Senia : “Kemahalan itu, An. Gimana kalau Rp 200.000 An?”
Senia : “Coba lihat yang itu, An.”
Andi : “Yang ini Sen?”
Senia : “Iya, An. Berapa ini harganya, An?”
Andi : “Kalau yang ini harganya Rp 250.000 Sen.”
Senia : “Kemahalan itu, An. Gimana kalau Rp 200.000 An?”
Andi : “Rp 225.000 lah Sen, ini kan kualitasnya
bagus.”
Senia : “Rp 210.000?”
Senia : “Rp 210.000?”
Andi : “Ditambahin Rp 10.000 lah Sen? Nanti
untungku dimana, Sen?”
Senia : “Yaudah aku tambahin Rp 5.000 jadi Rp 215.000 An?”
Senia : “Yaudah aku tambahin Rp 5.000 jadi Rp 215.000 An?”
Andi : “Yaudah kalau githu, khusus buat kamu, Sen.”
Senia : “Makasih, Andiii.... Ini aku bayar cash, An!”
Andi : “Ada yang mau dibeli lagi, Sen?”
Senia : “Tidak An, aku hanya ingin membeli jaket saja.”
Senia : “Makasih, Andiii.... Ini aku bayar cash, An!”
Andi : “Ada yang mau dibeli lagi, Sen?”
Senia : “Tidak An, aku hanya ingin membeli jaket saja.”
Andi : “Yaudah kalau begitu, Sen.”
2.
Pembeli : "Anggur merahnya ini harganya berapa ya, Bu?"
Penjual : "Kalau yang ini harganya Rp 35.000/kg."
Pembeli : "Wah mahal. Rp 30.000 ya, Bu? "
Penjual : "Kalau yang ini tidak boleh, mbak. Kalau anggur hijau Rp 30.000 boleh
Penjual : "Kalau yang ini harganya Rp 35.000/kg."
Pembeli : "Wah mahal. Rp 30.000 ya, Bu? "
Penjual : "Kalau yang ini tidak boleh, mbak. Kalau anggur hijau Rp 30.000 boleh
mbak."
Pembeli : "Tidak, Bu. Yang anggur merahnya ini bisa ditawar tidak, Bu?"
Penjual : "Maaf, tidak bisa, mbak."
Pembeli : "Ya sudah saya beli anggur merahnya 2 kg, Bu."
Penjual : "Sebentar, saya bungkuskan dulu, mbak."
Pembeli : "Ya, Bu."
Pembeli : "Tidak, Bu. Yang anggur merahnya ini bisa ditawar tidak, Bu?"
Penjual : "Maaf, tidak bisa, mbak."
Pembeli : "Ya sudah saya beli anggur merahnya 2 kg, Bu."
Penjual : "Sebentar, saya bungkuskan dulu, mbak."
Pembeli : "Ya, Bu."
Penjual : "Ada yang mau dibeli lagi, mbak?" (Sambil memberikan
buah kepada Pembeli).
Pembeli : "Tidak, Bu. Ini uangnya, Bu."
Penjual : "Terima kasih, mbak."
Pembeli : "Ya, sama-sama."
Penjual : "Terima kasih, mbak."
Pembeli : "Ya, sama-sama."
Tugas 3 Bernegosiasi
untuk Memecahkan Konflik
1.
Setelah para pedagang membuat keributan
di pasar secara bersama-sama, akhirnya wakil pengelola pasar itu menerima wakil
para pedagang untuk berdialog. Sementara pedagang yang lainnya masih ribut di
pasar.
Wakil Pedagang :
Selamat siang, Pak.
Wakil Pengelola Pasar :
Selamat siang, silakan duduk.
Wakil Pedagang : Ya, terima kasih.
Wakil Pengelola Pasar : Saya, Hartadinata, pemimpin pasar. Anda
siapa?
Wakil Pedagang : Saya Suparman, ketua paguyuban
pedagang.
(Mereka
bersalaman)
Wakil Pengelola Pasar : Sebenarnya, apa yang terjadi? Kenapa di
pasar ada ribut-ribut?
Wakil Pedagang : Tidak ada apa-apa, Pak. Kami
hanya ingin pengertian bapak selaku
pimpinan di sini.
Wakil Pengelola Pasar :
Maksudnya Anda apa?
Wakil Pedagang :
Ya, pasti Bapak tahu. Musim hujan ini membuat pengunjung sepi, tapi biaya
kebersihan malah dinaikan. Kami selaku pedagang justru merugi bulan-bulan
terakhir ini.
Wakil Pengelola Pasar :
Jadi, apa yang bisa saya bantu?
Wakil Pedagang : Kami ingin biaya kebersihan
tidak ditarik saat sepi pengunjung, karena kami akan terus merugi dan terancam
menutup usaha kami, lagi pula jika kami semua tutup anda juga akan bangkrut
bukan?
Wakil
Pengelola Pasar : Tunggu-tunggu,
jangan gegebah ingin menutup usahanya dulu. Biaya kebersihan dinaikan karena
musim hujan membuat pasar kotor. Namun, jika tidak ditarik kami juga akan
bangkrut.
Wakil Pedagang :
Saya punya usul, bagaimana kalau saat sepi tidak usah diminta tetapi saat ramai
bisa anda minta dengan setengah dari biasanya, bagaimana?
Wakil Pengelola
Pasar : Baiklah, tapi usahakan besok
para pedagang harus berdagang seperti biasanya, kami tidak akan meminta biaya
kebersihan sementara.
Wakil
Pedagang : Baiklah, terima
kasih atas kemurahan hati Bapak. Boleh saya keluar?
Wakil Pengelola Pasar :
Ya, silakan.
Wakil Pedagang : Ya, terima kasih. Selamat siang.
Wakil Pengelola Pasar : Selamat siang.
(Mereka
bersalaman)
Ketika
Suparman keluar dari ruangan negosiasi, dia disambut oleh pedagang-pedagang.
Dia lalu menyampaikan hasil dialog dengan wakil pengelola pasar bahwa tidak
akan meminta biaya kebersihan untuk sementara.
2.
Ketua OSIS :
Permisi.(Sambil mengetuk pintu)
Kepala Sekolah : Ya, silakan masuk.
Ketua OSIS : Saya Reyna
Arkeyla
(Mereka
bersalaman)
Kepala Sekolah : Ya, ada apa?
Ketua OSIS : Saya selaku ketua OSIS mewakili pengurus OSIS
mempunyai ide untuk mendirikan koperasi di sekolah kita.
Kepala Sekolah : Kalau begitu, tolong
jelaskan bagaimana konsep koperasi yang kalian ajukan?
Ketua OSIS : Dengan memberikan
bantuan dan meminta bantuan dari siswa dan untuk siswa, Saya yakin koperasi ini
akan berjalan dengan baik.
Kepala Sekolah : Bagaimana dengan tempat koperasinya?
Ketua OSIS : Saya minta izin
untuk menggunakan ruangan yang sudah tidak terpakai yang berada di sebelah
kelas X.MIA 4 itu, Pak. Daripada ruangan itu tidak berguna, lebih baik kita
manfaatkan, Pak.
Kepala Sekolah : Pemikiran yang
bagus. Ya sudah kalau begitu, saya izinkan untuk menggunakan tempat itu. Lalu,
kapan koperasi itu akan dibangun?
Ketua OSIS : Secepatnya, setelah sumbangan dari
teman-teman terkumpul, Pak.
Kepala Sekolah : Lalu, siapa yang nanti menjaga
koperasinya?
Ketua OSIS : Saya dan pengurus
OSIS yang lain akan membuat jadwal untuk menjaga koperasi tersebut, Pak.
Kepala Sekolah : Jika kalian
menjaga koperasi, bagaimana dengan jam pelajaran kalian?
Ketua OSIS : Begini, Pak. Kami
hanya menjaga koperasi pada saat jam istirahat saja. Pada saat jam pelajaran
kami menutup koperasi tersebut.
Kepala Sekolah : Kalau begitu, Saya izinkan untuk mendirikan
koperasi.
Ketua OSIS :
Terima kasih atas semua dukungan Bapak, Kami akan bekerja keras untuk
memulainya.
Kepala Sekolah : Ya, Saya tunggu. Sama-sama.
Ketua OSIS : Kalau begitu saya
masuk ke kelas dulu, Pak.
Kepala Sekolah : Ya, silakan.
(Mereka
bersalaman)
Tugas 4 Membuat Teks Negosiasi tentang Rintisan Kerja Sama
1.
Negosiasi antar pengusaha batik
Pengusaha batik A : Saudara
sekalian, pada hari ini kita berkumpul untuk membicarakan perkembangan batik
yang semakin menurun. Sebagai sesama pengusaha batik tentu kita ingin batik berkembang
lebih pesat, untuk itu saya mengajak saudara-saudara untuk mendirikan
laboratorium batik guna mengembangkan batik.
Pengusaha batik B : Ya,
saya setuju dengan Anda. Tapi, untuk mendirikan sebuah laboratorium batik
membutuhkan dana yang sangat besar kita tidak mungkin bisa mendirikannya
sendiri.
Pengusaha batik C : Bagaimana kalau kita meminta
bantuan kepada pemerintah?
Pengusaha batik A, B, D : Benar, saya setuju.
Pengusaha batik B : Tapi siapa yang akan mewakili kita
semua?
Pengusaha batik A : Saya yang akan mewakili kita semua.
Negosiasi wakil pengusaha
batik dan wakil pemerintah
Wakil pengusaha batik : Selamat siang, Pak.
Wakil pemerintah : Selamat siang. Mari, silakan
duduk.
Wakil pengusaha batik : Ya, terima kasih.
Wakil pemerintah : Saya, Harta Dinata, wakil
pemerintah.
Wakil pengusaha batik : Saya
Ardyanto, wakil para pengusaha.
(Mereka bersalaman)
Wakil pemerintah : Ada yang bisa saya bantu, Pak?
Wakil pengusaha batik : Begini,
Pak. Sebenarnya saya dan pengusaha batik yang lain ingin meminta bantuan dana
untuk mendirikan laboratorium batik.
Wakil pemerintah : Jadi, Saudara ingin mendirikan
laboratorium batik?
Wakil pengusaha batik : Iya, Pak.
Dengan adanya laboratorium batik nanti, kami harap batik akan berkembang pesat.
Wakil pemerintah : Apa
yang membuat Anda yakin kalau batik akan berkembang pesat?
Wakil pengusaha batik : Kami
sudah memiliki beberapa inovasi batik yang siap dipasarkan setelah laboratorium
ini berdiri, lagi pula kami juga bekerja sama dengan 3 pengusaha batik lainnya
yang juga memiliki ide-ide inovatif. Lagi pula kalau batik berkembang pesat ke
internasional pemerintah juga diuntungkan, bukan?
Wakil pemerintah : Lalu, mengapa Saudara membutuhkan
bantuan pemerintah?
Wakil pengusaha batik : Karena,
kami membutuhkan bantuan dana dan
surat
izin dari pemerintah, Pak.
Wakil pemerintah : Baiklah,
empat hari lagi kami akan memberi pemberitahuan kepada Saudara.
Wakil pengusaha batik : Terima kasih atas kerja sama Bapak.
Wakil pemerintah : Ya, sama-sama.
(Mereka bersalaman)
sangat bermanfaat
BalasHapusterima kasih
Thanks
BalasHapus