ASUHAN KEPERAWATAN
PADA Tn.
F DENGAN HARGA DIRI
RENDAH
DI RUANG DAUN SIRIH
RSUD PANDAN ARANG BOYOLALI
DISUSUN OLEH :
NAMA : NURDYAH AYU OKTAVIANI
NIM : P1337420117002
PRODI DIII
KEPERAWATAN SEMARANG
JURUSAN
KEPERAWATAN SEMARANG
POLITEKNIK
KESEHATAN KEMENKES SEMARANG
2018
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. F
DENGAN HARGA DIRI RENDAH
DI RUANG DAUN SIRIH
A. PENGKAJIAN
Tanggal Pengkajian : 6 November 2018 Ruang
/ RS
: Daun Sirih
RSUD Pandan Arang
Boyolali
- BIODATA PASIEN
a.
Identitas Pasien
1)
Nama : Tn. F
2)
Umur : 23 Tahun
3)
Alamat :
Padelesan RT
01/ RW 04
Petarangan, Kledung, Temanggung
4)
Pendidikan : SMA
5)
Pekerjaan : Swasta
6)
Tanggal
Masuk : 5 November 2018
7)
Diagnosa
Medis : CKR VL Regio Frontal
8)
Nomor
Register : 18578188
b.
Identitas Penanggung jawab
1)
Nama : Tn. Y
2)
Umur : 33 Tahun
3)
Alamat :
Ampel, Boyolali
4)
Pendidikan : S1
5)
Pekerjaan : Swasta
6)
Hubungan dengan pasien :
Saudara
- RIWAYAT KEPERAWATAN
a.
Keluhan
Utama
Pasien mengatakan pusing bagian bawah pipi kanan saat digerakkan.
b.
Riwayat
Keperawatan Sekarang
Pada tanggal 5 November 2018 pasien mengalami
kecelakaan lalu dibawa ke RSUD Pandan Arang dengan keluhan mimisan pada hidung
sebelah kanan dan nyeri pada bawah pipi kanan. Awalnya dirawat di IGD lalu
setelah kondisinya mulai membaik dirawat di Bangsal Daun Sirih.
c.
Riwayat
Keperawatan Dahulu
Pasien mengatakan tidak pernah mengalami seperti yang diderita pasien saat
ini.
d.
Riwayat Keperawatan Keluarga
Keluarga pasien mengatakan dalam
keluarganya tidak
ada yang punya riwayat DM, hipertensi, TBC,
hepatitis.
- POLA FUNGSIONAL
a) Pola
persepsi dan manajemen kesehatan
Sebelum sakit pasien menjaga kesehatannya dengan mandi 3x
sehari. Saat sakit pasien belum pernah mandi.
b) Pola
nutrisi dan metabolisme
Sebelum
sakit pasien makan tidak teratur tetapi porsi makan
banyak dan saat sakit pasien makan 3x sehari
dengan porsi sedang.
c) Pola
Eliminasi
Sebelum
sakit dan saat sakit pasien mengatakan BAB secara rutin 1x sehari dengan fases kuning,
padat normal. BAK pasien juga normal dengan urine warna kuning bau khas.
d) Pola
istirahat tidur
Sebelum sakit pasien tidur sekitar 8 jam
sehari. Saat sakit pasien sering susah untuk tidur karena rasa nyeri pada kepala bagian belakang,
namun pasien selalu mencoba untuk tetap bisa tidur.
e) Pola
aktifitas dan latihan
Sebelum sakit pasien dapat beraktivitas sehari-hari. Saat
sakit pasien hanya tiduran di tempat tidur.
f) Pola
peran dan hubungan
Pasien
berperan sebagai anak di keluarganya.
Pasien tidak mengikuti organisasi di lingkungan masyarakat.
g) Pola
seksual dan reproduksi
Pasien belum menikah.
h) Pola
mekanisme koping
Saat
ada masalah pasien biasanya cerita dengan orang terdekatnya. Saat di rumah
sakit pasien menerima tindakan dengan baik dan bisa diajak kerja sama.
i)
Pola nilai dan kepercayaan
Pasien beragama islam. Sebelum sakit, pasien sholat lima waktu. Saat di rumah sakit pasien tidak pernah sholat.
- PEMERIKSAAN FISIK
a.
Keadaan
Umum : Sedang
b.
Kesadaran : GCS = E: 3 V: 5 M: 6
c.
Tanda-Tanda
Vital
1)
Tekanan
Darah : 110/70 mmHg
2)
Nadi :
80x/menit
3)
Respiratori : 20x/menit
4)
Suhu :
36,5 ºC
d.
Pengkajian Fisik
1)
Rambut : rambut hitam dan
berminyak
2)
Kepala : kepala kotor
3)
Mata :
mata kanan dan kiri simetris, seklera bersih
4)
Hidung :
tulang
hidung bagian kiri fraktur dan tidak
bisa
bernapas menggunakan hidung
5)
Mulut :
mulut bersih, membrane mukosa baik
6)
Gigi :
agak
kuning
7)
Telinga :
telinga kanan dan kiri simetri, tidak ada
serumen
8)
Kulit :
kulit lembab, berkeringat, turgor baik
9)
Kuku : kuku tangan dan kaki
panjang dan hitam
- PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
a.
Pemeriksaaan
laboratorium tanggal 5 November 2018
|
Jenis Pemeriksaan
|
Hasil
|
Satuan
|
Nilai rujukan
|
|
Hematologi rutin
|
|
|
|
|
Hemoglobin(L)
|
15,3
|
g/dl
|
14 – 18
|
|
Leukosit
|
13800 H
|
/uL
|
4800-10800
|
|
Trombosit
|
52
|
10^6/uL
|
150 – 400
|
|
Kimia Klinik
|
|
|
|
|
Ureum
|
26
|
mg/dL
|
10-50
|
|
Creatinin (H)
|
0.95
|
mg/dL
|
0.9 – 1.1
|
|
SGOT
|
104
|
U/L
|
<35
|
|
SGPT
|
71
|
U/L
|
<31
|
b. Pemeriksaan CT Kepla NK
Kesan :
1).
Fraktur os nassal
dan dinding anterior sinus ethmoidalis bilateral
2).
Hematosinus
ethmoidalis bilateral dan sphenoidalis
3).
Tak tampak EDH,
SDH, SAH, ICH maupun IVH
4).
Tak tampak oedema
cerebri
- TERAPI
a.
Pasang O2 3 lpm
b.
Injeksi Ranitidin 2x1
c.
Injeksi Ketorolac 3x1
d.
Injeksi Citicholin 3x1
e.
Injeksi Cetriaxon 1 gr/12 jam
f.
Injeksi AT 1 amp
g.
Infus NaCl 20 tpm
DAFTAR MASALAH
|
No
|
Tanggal / jam
|
Data fokus
|
Diagnosa Keperawatan
|
Tanggal teratasi
|
Ttd perawat
|
|
1.
|
6 November 2018, 18.05 WIB
|
DS :
Pasien merasa agak malu dengan kondisinya saat ini
DO :
- Bagian mata lebam dan terdapat bekas jahitan
- Bagian hidung masuk ke dalam karena ada fraktur
nassal
|
Harga diri rendah situsional b.d gangguan citra tubuh
ditandai dengan tantangan situasi terhadap harga diri
|
|
|
RENCANA KEPERAWATAN
|
No
|
Tanggal / jam
|
Diagnosa Keperawatan
|
Tujuan
|
Intervensi
|
TTD
|
|
1.
|
6 November 2018, 18.05 WIB
|
Harga diri rendah situsional b.d gangguan citra tubuh
ditandai dengan tantangan situasi terhadap harga diri
|
Setelah
dilakukan tindakan keperawatan selama 2x24
jam, nyeri pasien berkurang dengan kriteria hasil:
1. Harga diri pasien meningkat
2. Pasien dapat menerima kondisinya
3. Tidak malu saat diejek teman-temannya
|
1. Peningkatan harga diri dengan motivasi pasien
2. Peningkatan citra tubuh
3. Dukung pasien untuk menerima tantangan baru
|
|
TINDAKAN KEPERAWATAN
|
No Diagnosa
keperawatan
|
Tanggal / jam
|
Tindakan keperawatan
|
Respon
|
Ttd perawat
|
|
1
|
8 November 2018, 08.05 WIB
|
Memotivasi pasien untuk meningkatkan harga diri dan
menjelaskan akan kondisi yang akan terjadi setelah dilakukan operasi di
bagian hidung
|
DS :
- Pasien mengatakan harga dirinya meningkat
- Pasien menerima kondisinya
DO :
- Lebam di daerah mata berkurang
- Tidak malu saat diejek
- Wajah ceria
- Nada bicara yang lantang
- Pasien mempertahankan kontak mata
|
|
CATATAN PERKEMBANGAN
|
Tanggal / jam
|
Diagnose Keperawatan
|
Catatan Perkembangan
(SOAPIER)
|
Ttd perawat
|
|
1
|
Harga diri rendah situsional b.d gangguan citra tubuh
ditandai dengan tantangan situasi terhadap harga diri
|
S : Pasien mengatakan harga
dirinya meningkat setelah dimotivasi
O : Raut wajah ceria (tidak
murung), dan nada bicara yang lantang, dan mempertahankan kontak mata
A : Masalah teratasi
P : Hentikan intervensi
|
|

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan tinggalkan komentar