MAKALAH PERAWATAN
PAYUDARA PADA IBU NIFAS
Diajukan untuk Memenuhi Tugas Makalah
Mata Kuliah Keperawatan
Maternitas
Disusun Oleh:
Nurdyah Ayu Oktaviani
|
P1337420117002
|
Igustin Pramundari Uut Dewinta
|
P1337420117016
|
Putri Rona Amalia
|
P1337420117041
|
Kelas
2-A1
Prodi DIII Keperawatan Semarang
POLITEKNIK KESEHATAN
KEMENTRIAN KESEHATAN SEMARANG
2018
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis
panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah melimpahkan Rahmat dan Hidayah-Nya
sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul “Perawatan Payudara Pada
Ibu Hamil”.
Penulis menyadari
sepenuhnya bahwa makalah ini dapat diselesaikan berkat bimbingan dan bantuan
sejumlah pihak. Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih kepada:
1. Dosen Keperawatan Maternitas Ibu Dra. Ns. Desak Made Wenten Parwati, M.Kes
2. Kedua Orang Tua yang selalu memberikan
motivasi kepada kami
3. Teman-teman yang telah memberikan dukungan
Penulis sangat
menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangan. Oleh karena itu, kritik
dan saran yang bersifat membangunakan sangat kami harapkan. Semoga makalah ini
dapat memberikan manfaat.
Semarang, 28 Juli 2018
Tim
Penulis
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL
..............................................................................
|
i
|
KATA PENGANTAR
...........................................................................
|
ii
|
DAFTAR ISI
..........................................................................................
|
iii
|
BAB I PENDAHULUAN
......................................................................
|
1
|
A. Latar
belakang .........................................................................
|
1
|
B. Rumusan
Masalah ...................................................................
|
1
|
C.
Tujuan
Penulisan .....................................................................
|
1
|
BAB II
PEMBAHASAN ......................................................................
|
2
|
A. Anatomi
Dan Fisiologi Payudara ..............................................
1. Anatomi
Payudara ..............................................................
2. Fisiologi
Laktasi .................................................................
|
2
2
3
|
B. Konsep
Perawatan Payudara ....................................................
|
4
|
1. Pengertian
Perawatan Payudara Pada Ibu Nifas ................
|
4
|
2. Etiologi
Perawatan Payudara .............................................
|
5
|
3. Cara
Perawatan Payudara ..................................................
4. Akibat
Jika Tidak Dilakukan Perawatan Payudara ...........
5. Penatalaksanaan
.................................................................
|
5
7
7
|
BAB III PENUTUP................................................................................
|
9
|
1.
Kesimpulan .................................................................................
|
9
|
2.
Saran ........................................................................................
|
9
|
DAFTAR
PUSTAKA .…………………………………....…………….
|
10
|
BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Setiap
wanita pasti menginginkan bentuk payudara yang ideal dan menarik, maka
tidak jarang kita mendengar beberapa wanita memilih untuk tidak
menyusui buah hatinya dikarenakan kekhawatiran payudara akan menjadi
kendor. Tidak hanya itu, keinginan seorang ibu untuk menyusui buah hatinya
kerap kali terhambat oleh ketidak nyamanan yang timbul saat proses menyusui,
seperti misalnya akibat gangguan kecil seperti bayi sulit menghisap ASI,
payudara lecet dan lain-lain. Kondisi-kondisi tersebut kerap menyurutkan niat
bunda untuk memberikan ASI pada si kecil. Dan hal tersebut sangatlah
disayangkan, karena ASI merupakan gabungan nutrisi penting dengan proporsi
ideal dan bentuk yang paling mudah diserap oleh bayi, yang dibutuhkan untuk
mengoptimalkan proses tumbuh kembang bayi.
Beberapa
langkah yang dapat diterapkan untuk menjaga kesehatan payudara saat menyusui,
sehingga bunda bisa memberikan ASI pada bayi tanpa perlu merasa
cemas. Perawatan payudara yang perlu dilakukan berupa pemijatan
payudara untuk memperbaiki sirkulasi darah, merawat puting payudara agar bersih
dan tidak mudah lecet, serta memperlancar produksi ASI.
B.
Rumusan Masalah
1.
Bagaimana anatomi dan fisiologi
payudara?
2.
Bagaimana cara perawatan payudara
pada ibu nifas?
3. Bagaimana melakukan perawatan payudara dengan penanganan
tertentu?
C.
Tujuan
Penulisan
1. Mengetahui anatomi dan fisiologi payudara
2. Mengetahui cara perawatan payudara pada ibu nifas
3. Mampu melakukan perawatan payudara dengan penanganan
tertentu
BAB
II
PEMBAHASAN
A. Anatomi
Dan Fisiologi Payudara
1. Anatomi payudara
Payudara (mammae, susu) adalah
kalenjar yang terletak di bawah kulit, di atas otot dada. Fungsi dari payudara
adalah memproduksi susu untuk menutrisi bayi. Manusia mempunyai sepasang
kalenjar payudara, yang beratnya lebih 200 gram, saat hamil 600 gram dan saat
menyusui 800 gram.
Pada
payudara terdapat tiga bagian utama, yaitu :
a. Korpus
(badan), yaitu bagian yang membesar
Korpus alveolus, yaitu unit terkecil
yang memproduksi susu. Bagian dari alveolus adalah sel aciner, jaringan lemak,
sel plasma, sel otot polos dan pembuluh darah
Lobulus, yaitu kumpulan dari
alveolus.
Lobus, yaitu beberapa lobulus yang
berkumpul menjadi 15-20 lobus pada tiap payudara.
ASI disalurkan dari alveolus ke
dalam saluran kecil (duktulus), kemudian beberapa duktulus
bergabung membentuk saluran yang lebih besar (duktus laktiferus)
b. Areola,
yaitu bagian yang kehitaman di tengah
Sinus laktiferus, yaitu saluran di
bawah areola yang besar melebar, akhirnya memusat ke dalam puting danbermuara
ke luar. Di dalam dinding alveolus maupun saluran-saluran terdapat ototpolos yang bila berkontraksi dapat memompa ASI keluar.
c. Papilla
atau puting, yaaitu bagian yang menonjol di puncak payudara
Bagian yang menojol yang dimasukan
ke mulut bayi untuk aliran air susu
2. Fisiologis laktasi
|
|
|
skema reflek pada laktasi
|
Selama kehamilan, hormone prolaktin dari plasenta meningkat tetapi ASI
Biasanya belum keluar karea masih dihambat oleh kadar estrogen yang tinggi.
Pada hari kedua atau ketiga pasca perasalinan, kadar estrogen dan progestero
menurun drastic, sehingga prolaktin lebih dominan dan pada saat inilah mulai
terjadi sekresi ASI. Dengan menyusukan lebih dini terjadi perangsangan putting
susu, terbentuklah prolaktin oleh hipofisis, sehingga sekresi ASI lebih lancer.
Dua reflek
pada ibu yang sangat penting dalam proses laktasi yaitu prolaktin dan reflek
aliran timbul karena akibat perangsangan putting susu karena hisapan oleh bayi.
a. Reflek
prolaktin
Pada
akhir kehamilan hormon prolaktin memegang peranan untuk membuat
kolostrum, terbatas dikarenakan aktivitas prolaktin dihambat oleh estrogen dan
progesteron yang masih tinggi. Pasca oersalinan, yaitu lepasnya plasenta dan
berkurangnya fungsi korpus luteum maka estrogen dan progesteron juga berkurang.
Hisapan bayi akan merangsang puting susu dan kalang payudara karena ujung-ujung
syaraf sensoris yang berfungsi sebagai reseptor mekanik. Rangsangan ini
dilanjutkan ke hipotalamus melalui medulla spinalis hipotalamus dan akan
menekan pengeluaran faktor penghambat sekresi prolaktin dan sebaliknya
merangsang pengeluaran faktor pemacu sekresi prolaktin. Faktor pemacu sekresi
prolaktin akan merangsang hipofise anterior sehingga keluar prolaktin. Hormon
ini merangsang sel-sel alveoli yang berfungsi untuk membuat air susu.
Kadar
prolaktin pada ibu menyusui akan menjadi normal 3 bulan setelah melahirkan
sampai penyapihan anak dan pada saat tersebut tidak akan ada peningkatan
prolaktin walau ada isapan bayi, namun pengeluaran air susu tetap berlangsung.
Pada ibu nifas yang tidak menyusui, kadar prolaktin akan menjadi
normal pada minggu ke 2-3. Sedangkan pada ibi menyusui prolaktin akan meningkat
dalam keadaan seperti : stress atau pengaruh psikis, anestesi, operasi dan
rangsangan puting susu.
b. Reflek let down
Bersamaan
dengan pembentukan prolaktin oleh hipofise anterior, rangsangan yang berasal
dari isapan bayi dilanjutkan ke hipofise posterior (neurohipofise) yang
kemudian dikeluarkan oksitosin. Melalui aliran darah hormon ini menuju uterus
sehingga menimbulkan kontraksi. Kontraksi dari sel akan memeras air susu yang
telah terbuat keluar dari alveoli dan masuk melalui duktus lactiferus masuk ke
mulut bayi.Kontraksi.dari.sel.akan.memeras.air.susu.yang.telah.terbuat,
keluar.dari.
B. Konsep Perawatan
Payudara
1. Pengertian Perawatan Payudara Pada Ibu Nifas
Post natal breast care pada ibu
nifas merupakan perawatan payudara yang dilakukan pada ibu pasca
melahirkan/nifas untuk melancarkan sirkulasi darah dan mencegah tersumbatnya
saluran susu sehingga memperlancar pengeluaran ASI. Pelaksanaan perawatan
payudara dimulai sedini mungkin, yaitu 1-2 hari setelah bayi dilahirkan dan
dilakukan 2 kali sehari. Perawatan payudara untuk ibu nifas yang
menyusui merupakan salah satu upaya dukungan terhadap pemberian ASI bagi buah
hati.
2. Etiologi Perawatan Payudara
Air susu
ibu (ASI) adalah sebuah cairan tanpa tanding yang diciptakan untuk
memenuhi kebutuhan gizi bayi dan melindunginya dalam melawan kemungkinan
serangan penyakit. Keseimbangan zat-zat gizi dalam air susu ibu berada pada
tingkat terbaik dan air susunya memiliki bentuk paling baik bagi tubuh bayi
yang masih muda. Pada saat yang sama, ASI juga sangat kaya akan sari-sari
makanan yang mempercepat pertumbuhan sel-sel otak dan perkembangan sistem
saraf. Makanan-makanan buatan untuk bayi yang diramu menggunakan teknologi
masa kini tidak mampu menandingi keunggulan ASI.
ASI merupakan
makanan yang paling mudah dicerna bayi. Meskipun sangat kaya akan zat gizi, ASI
sangat mudah dicerna sistem pencernaan bayi yang masih rentan. Karena
itulah bayi mengeluarkan lebih sedikit energi dalam mencerna ASI, sehingga ia
dapat menggunakan energi selebihnya untuk kegiatan tubuh lainnya, pertumbuhan
dan perkembangan organ. Selain itu, mereka juga mempunyai banyak sekali
kelebihan lainnya yang tidak dapat disebutkan satu persatu.
Seperti yang telah di jelaskan
sebelumnya, betapa banyak keunggulan yang diberikan ASI, maka perawatan
payudara perlu mendapatkan perhatian yang serius. Hal ini juga
karena untuk menunjang pemberian air susu ibu (ASI) ekslusif,
payudara yang sehat dan terawat baik, mampu melancarkan produksi ASI. Hal ini
membuat proses pemberian ASI menjadi lebih mudah baik bagi ibu maupun bayi.
Perawatan Payudara pasca persalinan
merupakan kelanjutan perawatan payudara semasa hamil, yang mempunyai tujuan
sebagai berikut :
·
Untuk menjaga kebersihan payudara
sehingga terhindar dari infeksi
·
Untuk mengenyalkan puting susu,
supaya tidak mudah lecet
·
Untuk menonjolkan puting susu
·
Menjaga bentuk buah dada tetap bagus
·
Untuk mencegah terjadinya
penyumbatan
·
Untuk memperbanyak produksi ASI
·
Untuk mengetahui adanya kelainan
Persiapan alat untuk perawatan
payudara
a. Handuk
2 buah
b. Washlap
2 buah
c. Waskom
berisi air dingin 1 buah
d. Waskom
berisi air hangat 1 buah
e. Minyak
kelapa/baby oil
f. Waskom
kecil 1 buah berisi kapas/kasa secukupnya
g. Baki,
alas dan penutup
Pelaksanaan:
a. Memberikan
prosedur yang akan dilaksanakan
b. Mengatur
lingkungan yang aman dan nyaman
c. Mengatur
posisi klien dan alat-alat peraga supaya mudah dijangkau
d. Cuci
tangan sebelum dilaksanakan perawatan payudara
e. Pasang
handuk di pinggang klien satu dan yang satu dipundak
f. Ambil
kapas dan basahi dengan minyak dan kemudian tempelkan pada areola mamae selama
5 menit kemudian bersihkan dengan diputar.
g. Kedua
tangan diberi minyak dengan rata kemudian lakukan pengurutan
1. Gerakan
Pertama
Kedua tangan disimpan di bagian
tengah atau antara payudara, gerakan tangan ke arah atas pusat ke samping, ke
bawah kemudian payudara diangkat sedikit dan dilepaskan, lakukan 20-30 kali.
2. Gerakan
Kedua
Satu
tangan menahan payudara dari bawah, tangan yang lain mengurut payudara dengan pinggir
tangan dari arah pangkal ke puting susu, dilakukan 20-30 kali dilakukan pada
kedua payudara secara bergantian.
3. Gerakan
Ketiga
Satu
tangan menahan payudara di bagian bawah, tangan yang lain mengurut dengan bahu,
jari tangan mengepal, lakukan pengurutan dari arah pangkal ke puting susu,
20-30 kali dilakukan pada kedua payudara secara bergantian.
h. Kompres
dengan air hangat, kemudian dengan air dingin secara bergantian diakhiri dengan
air hangat selama 5 menit
i. Bersihkan
payudara terutama bekas minyak
j. Pakailah BH
yang terbuka bagian depannya (untuk Ibu menyusui) dan yang menyangga buah dada
atau langsung susui bayi.
Menggunakan BH
4. Akibat Jika Tidak Dilakukan Perawatan Payudara
Berbagai dampak negatif dapat timbul
jika tidak dilakukan perawatan payudara sedini mungkin. Dampak tersebut
meliputi :
a. Puting
susu kedalam
b. Anak
susah menyusui
c. ASI
lama keluar
d. Produksi
ASI terbatas
e. Pembengkakan
pada payudara
f. Payudara
meradang
g. Payudara
kotor
h. Ibu
belum siap menyusui
i. Kulit
payudara terutama puting akan mudah lecet
5. Penatalaksanaan
a. Cara
Mengatasi Bila Putting Tenggelam
Lakukan gerakan menggunakan kedua
ibu jari dengan menekan kedua sisi puting dan setelah puting tampak menonjol
keluar lakukan tarikan pada puting menggunakan ibu jari dan telunjuk lalu
lanjutkan dengan gerakan memutar puting ke satu arah. Ulangi sampai beberapa
kali dan dilakukan secara rutin.
b. Jika
Asi Belum Keluar
Walaupun asi belum keluar ibu harus
tetap menyusui. Mulailah segera menyusui sejak bayi baru lahir, yakni dengan
inisiasi menyusui dini, Dengan teratur menyusui bayi maka hisapan bayi pada
saat menyusu ke ibu akan merangsang produksi hormon oksitosin dan prolaktin
yang akan membantu kelancaran ASI. Jadi biarkan bayi terus menghisap maka akan
keluar ASI. Jangan berpikir sebaliknya yakni menunggu ASI keluar baru menyusui.
c. Penanganan puting
susu lecet
Bagi ibu yang mengalami lecet pada
puting susu, ibu bisa mengistirahatkan 24 jam pada payudara yang lece dan
memerah ASI secara manual dan di tampung pada botol steril lalu di suapkan
menggunakan sendok kecil . Olesi dengan krim untuk payudara yang lecet. Bila
ada madu, cukup di olesi madu pada puting yang lecet.
d. Penanganan
Pada Payudara Yang Terasa Keras Sekali Dan Nyeri, Asi Menetes Pelan Dan Badan
Terasa Demam.
Pada hari ke empat masa nifas kadang
payudara terasa penuh dan keras, juga sedikit nyeri. Justru ini pertanda baik.
Berarti kelenjar air susu ibu mulai berproduksi. Tak jarang diikuti pembesaran
kelenjar di ketiak, jangan cemas ini bukan penyakit dan masih dalam batas
wajar. Dengan adanya reaksi alamiah tubuh seorang ibu dalam masa menyusui untuk
meningkatkan produksi ASI, maka tubuh memerlukan cairan lebih banyak. Inilah
pentingnya minum air putih 8 sampai dengan 10 gelas sehari.
e. Perawatan Ibu
Nifas Dengan Payudara Bengkak Karena Bayi Meninggal
Perawatan payudara adalah suatu cara
yang dilakukan untuk perawaatan payudara agar air susu keluar dengan lancar.
Adapun penyebab payudara bengkak
antara lain yaitu karena adanyan proses menyusui yang tidak kontinyu, sehingga
sisa ASI terkumpul pada daerah duktus. Hal ini dapat terjadi pada hari ke tiga
setelah melahirkan. Penggunaan Bra ( BH ) yang ketat serta keadaan puting susu
yang tidak bersih dapat menyebabkan sumbatan pada duktus.
Penyempitan duktuli laktiferi atau
oleh kelenjar-kelenjar tidak dikosongkan dengan sempurna atau karena kelainan
pada puting susu, keluhan ibu adalah payudara bengkak, keras, panas, nyeri .
ASI di dalam saluran payudara tidak keluarkan.
Perlu dibedakan antara payudara
bengkak dengan payudara penuh. Pada payudara bengkak: payudara odem, sakit,
puting susu kencang, kulit mengkilat walau tidak merah, dan ASI tidak keluar
kemudian badan menjadi demam setelah 24 jam. Sedangkan pada payudara penuh :
payudara terasa berat, panas dan keras. Bila ASI dikeluarkan tidak ada demam.
Ada 3 cara untuk penatalaksanaan
pada payudara bengkak karena bayi meninggal :
1. Pengosongan isi payudara dengan tangan ( memerah ).
2. Pengosongan dengan pompa payudara.
3. Pembalutan mamae dan pemberian obat estrogen untuk supresi
seperti tablet lynoral dan parlodel. ( Marilyn E.Doenges. 2000. Hal 10)
BAB
III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Post natal
breast care pada ibu nifas merupakan perawatan payudara yang dilakukan pada ibu
pasca melahirkan/nifas untuk melancarkan sirkulasi darah dan mencegah
tersumbatnya saluran susu sehingga memperlancar pengeluaran ASI. Pelaksanaan
perawatan payudara dimulai sedini mungkin, yaitu 1-2 hari setelah bayi
dilahirkan dan dilakukan 2 kali sehari. Perawatan payudara untuk ibu
nifas yang menyusui merupakan salah satu upaya dukungan terhadap pemberian ASI
bagi buah hati.
Perawatan Payudara pasca persalinan
merupakan kelanjutan perawatan payudara semasa hamil, yang mempunyai tujuan
sebagai berikut :
1) Untuk
menjaga kebersihan payudara sehingga terhindar dari infeksi
2) Untuk
mengenyalkan puting susu, supaya tidak mudah lecet
3) Untuk
menonjolkan puting susu
4) Menjaga
bentuk buah dada tetap bagus
5) Untuk
mencegah terjadinya penyumbatan
6) Untuk
memperbanyak produksi ASI
7) Untuk
mengetahui adanya kelainan
B. Saran
Kami berharap
dengan adanya makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca beserta penulis.
Khususnya pada para calon-calon ibu untuk mengetahui bagaimana merawat payudara
yang benar. Serta bagi para mahasiswa keperawatan pada umumnya.
DAFTAR PUSTAKA
http://ayipsyarifudinnur.blogspot.com/2014/09/makalah-perawatan-payudara.html
https://pijatsemarang.wordpress.com/2013/01/30/pijat-payudara-apa-manfaat-dan-bahayanya/

Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapus